Monday, February 27, 2012

Belekan pada bayi

http://2.bp.blogspot.com/-NfIibNwGu10/T0yJQO07dyI/AAAAAAAAAw8/8eL0QD7v8m8/s320/images1.jpeg
Menjadi orang tua baru memang luar biasa senangnya. Tapi karena awam dengan hal-hal yang berbau bayi, aku menjadi panic dan sedikit parno ketika terjadi masalah dengan bayi mungilku. Begitupun ketika terjadi belekan pada bayiku. Ya,,,belekan alias bloboen (bahasa jawa)! Semenjak pulang dari rumah sakit (kebetulan bayiku lahir melalui proses operaasi Caesar sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 2 hari) , setiap bangun tidur terdapat belek di mata sebelah kanan. Mula-mula aku pikir itu hanya kotoran mata biasa. Jadi untuk mengatasinya aku hanya membersihkannya dengan air hangat dengan bantuan kapas. Memang itu sangat membantu karena setelah dibersihkan anakku bisa membuka matanya. Tetapi sampai hari ke empat belek itu terus aja ada. Aku mulai sedikit panic. Aku mulai berpikir ada yang tidak beres dengan mata anakku. Aku sengaja tidak memberinya obat mata tetes karena aku takut berdampak buruk terhadap mata anakku. Aku sempat berkonsultasi kepada bidan yang membantu persalinan istriku. Katanya ga apa-apa, ntar juga sembuh sendiri. Tapi kok beleknya ga hilang-hilang ya,,,,,
Aku mulai berpikir untuk membawa anakku ke specialis mata. Ternyata susah juga cari dokter mata yang praktet pas weekend. Telpon sana sini ga dapet dapet.!!
Iseng-iseng searching di mbah google tentang “belekan”. Kebetulan ketemu sama sebuah forum dimana ada seorang ibu yang mempunyai masalah sama. Kemudian ada responden yang memberikan saran supaya melakukan pemijatan dibagian hidung secara pelan . Tanpa ba bi bu atay ta ti tu, Pulang kerja sambil bercengkrama dengan bayi baruku, aku praktetkan apa yang aku dapat dari mbah google ke anakku, hasilnya,,,Alhamdulillah paginya belek itu sudah hilang, bersih!! dan tidak keluar lagi di hari-hari berikutnya. Alias belekannya sembuh. Terimaksih mbah google karena info darimu aku ga perlu repot-repot ke dokter.
Selidik punya selidik ternyata terjadi belekan itu terjadi karena ada penyumbatan pada saluran air mata pada bayiku. Kondisi ini akan menghambat aliran air mata bayi ke rongga hidung, sehingga mata bayi pun berair terus-menerus yang pada akhirnya jadi belek alias blobok. Nah, genangan air inilah yang bisa mengundang kuman penyebab infeksi.
Nah, artikel dibawah ini mungkin bisa membantu dan bermanfaat buat orang tua yang mengalami masalah serupa dengan aku.
Artikel ini aku copy dari situs http://www.ayahbunda.co.id/
Bila kebetulan bayi Anda mengalami belekan, lakukanlah tindakan-tindakan berikut.
  • Perhatikan apakah belekan yang terjadi normal atau tidak.
Jika masih normal, artinya hanya sedikit belek pada mata bayi di pagi hari dan tidak sampai mengganggu (membuat mata bayi lengket), maka Anda tidak perlu khawatir. Bersihkan saja matanya menggunakan kapas dan air hangat. Arahnya dari bagian dalam ke arah luar mata.Jika belek bayi cukup banyak, sehingga menyebabkan matanya lengket, cobalah mengompres matanya dengan kapas yang dicelupkan ke air hangat. Biasanya, kotoran yang membuat mata bayi lengket akan lebih mudah dibersihkan. Jangan sekali-sekali menggunakan boorwater atau cairan pembersih mata.
  • Segera bawa ke dokter, jika belekan lebih dari tiga hari. Sebelumnya, perhatikan apakah bagian putih matanya merah atau tidak. Sampaikan hal ini ke dokter ketika berkonsultasi.
  • Waspada terjadinya infeksi, yakni jika matanya kemerahan. Dokter biasanya akan memberi obat untuk membantu mengatasi infeksi. Perhatikan cara memberikan obat mata pada bayi, tanyakan dengan jelas cara pakainya.
  • Atasi penyumbatan saluran air mata jika hal ini terjadi dan infeksi telah diatasi. Untuk itu, kemungkinan Anda perlu melakukan pemijatan untuk membantu ‘membuka’ saluran air mata yang tersumbat. Perlu Anda tahu, saluran air mata ada di bagian dalam mata, dekat dengan pangkal hidung. Langkah-langkahnya:
 Cuci tangan sebelum memijat pangkal hidung bayi.
 Upayakan jangan sampai kuku jari tangan Anda melukai kulit bayi yang masih rentan.
 Perhatikan pula, apakah kulit jari-jari tangan Anda tidak kasar. Sebab, kulit yang kasar bisa saja melukai bayi ketika Anda memijatnya.
 Pijatan biasanya dilakukan dengan menggerakkan ibu jari dari pangkal hidung bayi (tepi mata sebelah dalam) ke arah hidung (ke arah bawah). Atau, pijat dalam gerakan berputar-putar. Lakukan pijat hidung bayi ini 2 – 3 kali sehari.
 Jika merasa bahwa ibu jari Anda terlalu besar, gunakan jari lain untuk memijat bagian tersebut.
 Ketika memijat, ingat bahwa kulit maupun otot si kecil masih sangat tipis. Jadi, Anda tak perlu menekannya dengan kuat, tetapi cukup menggosok/mengusapnya perlahan-lahan.
 Ketelatenan Anda melakukan pemijatan ini setiap hari, sangat membantu upaya ‘mengeringkan’ genangan air mata yang mengganggu bayi.

0 comments:

Post a Comment

Followers

Powered by Blogger.

Translate